Jumat, 16 Januari 2015

This story is motivation..

think big
T – berati “talent” (bakat) dan “time” (waktu). Keduanya adalah hadiah dari Sang Pencipta.
H – adalah “hope”, harapan untuk hal-hal yang baik dan jujur.
I – adalah “insight”, wawasan yang diperoleh dari orang lain atau bacaan yang bermutu.
N – adalah “nice to all people”, berbuat baiklah pada semua orang.
K – adalah “knowledge” (ilmu pengetahuan), itu adalah kunci kehidupan.

B – adalah “book” (buku), bacalah buku sebanyak-banyaknya.
I - “in-dept”, belajar dan perdalamlah keterampilan.
G – adalah “God”, Tuhan. Jangan lupa pada Sang Mahakuasa.

Senin, 19 Agustus 2013

Contoh Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan

Contoh Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan 
IQ adalah modal dasar siswa atau mahasiswa untuk meraih keberhasilan. akan tetapi test tersebut juga tidak dapat secara mutlak dinyatakan sebagai salah satu identitas dirinya karena tingkat intelektual seseorang selalu dapat berubah berdasarkan usia mental dan usia kronologisnya. IQ adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio seseorang. Dengan demikian, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan ruang, kesadaran akan sesuatu yang tampak, dan penguasaan matematika. IQ mengukur kecepatan kita untuk mempelajari hal-hal baru, memusatkan perhatian pada aneka tugas dan latihan, menyimpan dan mengingat kembali informasi objektif, terlibat dalam proses berpikir, bekerja dengan angka, berpikir abstrak dan analitis, serta memecahkan permasalahan dan menerapkan pengetahuan yang telah ada sebelumnya. Jika IQ kita tinggi, kita memiliki modal yang sangat baik untuk lulus dari semua jenis ujian dengan gemilang, dan meraih nilai yang tinggi dalam uji IQ. b. Kecerdasan Emosional (EQ) Kecerdasan emosional adalah sebuah kemampuan untuk “mendengarkan” bisikan emosi, dan menjadikannya sebagai sumber informasi maha penting untuk memahami diri sendiri dan orang lain demi mencapai sebuah tujuan. Banyak orang yang salah memposisikan kecerdasan Emosional ini di bawah kecerdasan intelektual. Tetapi, penelitian mengatakan bahwa kecerdasan ini lebih menentukan kesuksesan seseorang dibandingkan dengan kecerdasan sosial. Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan “What I feel” Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut kecerdasan emosional (EQ). Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya; bisa mengusahakan kebahagian dari dalam dirinya sendiri dan bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. Ya inilah kecerdasan yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan seseorang, Emotional Quotient atau EQ. EQ adalah serangkaian kecakapan yang memungkinkan kita melapangkan jalan didunia yang rumit, aspek pribadi, sosial, dan pertahanan dari seluruh kecerdasan, akal sehat yang penuh misteri, dan kepekaan yang penting untuk berfungsi secara efektif setiap hari. Dalam bahasa sehari-hari, EQ disebut sebagai akal sehat. c. Kecerdasan Spiritual (SQ) Kecerdasan ini pertama kali digagas oleh Danar Zohar dan Ian Marshall, masing-masing dari Harvard University dan Oxford University. Dikatakan bahwa kecerdasan spiritual adalah sebagai kecerdasan untuk menghadapi persoalan makna atau value untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. SQ juga bermakna kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. Kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Orang yang ber SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif. Manusia yang memiliki SQ tinggi cenderung akan lebih bertahan hidup dari pada orang yang ber SQ rendah. Banyak kejadian-kejadian bunuh diri karena masalah yang sepele, mereka yang demikian itu tidak bisa memberi makna yang positif sari setiap kejadian yang mereka alami dengan kata lain SQ atau kecerdasan spiritual mereka sangat rendah. Menurut Stephen R. Covey, IQ adalah kecerdasan manusia yang berhubungan dengan mentalitas, yaitu kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, menentukan kausalitas, berfikir abstak, bahasa, visualisasi, dan memahami sesuatu. IQ adalah alat kita untuk melakukan sesuatu letaklnya di otak bagian korteks manusia. Kemampuan ini pada awalnya dipandang sebagai penentu keberhasilan sesorang. Namun pada perkembangan terakhir IQ tidak lagi digunakan sebagai acuan paling mendasar dalam menentukan keberhasilan manusia. Karena membuat sempit paradigma tentang keberhasilan, dan juga pemusatan pada konsep ini sebagai satu satunya penentu keberhasilan individu dirasa kurang memuaskan karena banyak kegagalan yang dialami oleh individu yang ber IQ tinggi (dalam Sukidi). Ketidak puasan terhadap konsepsi IQ sebagai konsep pusat dari kecerdasan seseorang telah melahirkan konsepsi yang memerlukan riset yang panjang serta mendalam. Daniel Golman mengeluarkan konsepsi EQ sebagai jawaban atas ketidak puasan manusia jika dirinya hanya dipandang dalam struktur mentalitas saja. Konsep EQ memberikan ruang terhadap dimensi lain dalam diri manusia yang unik yaitu emosional. Disamping itu Golman mempopulerkan pendapat para pakar teori kecerdasan bahwa ada aspek lain dalam diri manusia yang berinteraksi secara aktif dengan aspek kecerdasan IQ dalam menentukan efektivitas penggunaan kecerdasan yang konvensional tersebut (dalam Danah Zohar dan Ian Marshal) Komponen utama dari kecerdasan sosial ini adalah kesadaran diri, motivasi pribadi, pengaturan diri, empati dan keahlian sosial. letak dari kecerdasan emosional ini adalah pada sistem limbik. EQ lebih pada rasa, Jika kita tidak mampu mengelola aspek rasa kita dengan baik, maka kita tidak akan mampu untuk menggunakan aspek kecerdasan konvensional kita (IQ) secara efektif, karena IQ menentukan sukses hanya 20% dan EQ 80%. Kecerdasan spiritual mampu mengoptimalkan kerja kecerdasan yang lain. Individu yang mempunyai kebermaknaan (SQ) yang tinggi, mampu menyandarkan jiwa sepenuhnya berdasarkan makna yang ia peroleh, dari sana ketenangan hati akan muncul. Jika hati telah tenang (EQ) akan memberi sinyal untuk menurunkan kerja simpatis menjadi para simpatis. Bila ia telah tenang karena aliran darah telah teratur maka individu akan dapat berfikir secara optimal (IQ), sehingga ia lebih tepat dalam mengambil keputusan. Manajemen diri untuk mengolah hati dan potensi kamanusiaan tidak cukup hanya denga IQ dan EQ, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang sangat berperan dalam diri manusia sebagai pembimbing kecerdasan lain. Kini tidak cukup orang dapat sukses berkarya hanya dengan kecerdasan rasional (yang bekerja dengan rumus dan logika kerja), melainkan orang perlu kecerdasan emosional agar merasa gembira, dapat bekerjasama dengan orang lain, punya motivasi kerja, bertanggung jawab dan life skill lainnya. Perlunya mengembangkan kecerdasan spiritual agar ia merasa bermakna, berbakti dan mengabdi secara tulus, luhur dan tanpa pamrih yang menjajahnya. Karena itu sesuai dengan pendapat Covey diatas bahwa “SQ merupakan kunci utama kesadaran dan dapat membimbing kecerdasan lainnya”. http://akulb.blogspot.com/2012/04/peran-iq-eq-dan-sq-pada-pendidikan.html
Landasan EQ dan SQ Dalam Kepemimpinan
Seorang pemimpin yang hanya berlandaskan pada IQ saja, maka visi dan misi serta orientasi kerjanya sebatas pada hal-hal yang sifatnya materialistis, matematis dan pragmatis, dengan mengenyampingkan hal-hal yang berbau spirituallits dan sentuhan hati nurani. Pencapain visi dan misi oleh pemimpin yang hanya mengandalkan IQ, dilakukan dengan prinsip just do it, sehingga segala bentuk kegagalan ataupun keberhasilan, disikapi sebagai prinsip just a game. bahkan ultimate goal nya juga masih sebatas mancari kepuasan materiil atau duniawi.
Pemimpin yang menerapkan nilai-nilai EQ akan menggunakan hatinya dalam memimpin, tidak semata-mata logika sebagaimana pendekatan IQ di atas. Penerapan EQ ini ditunjukan dengan sifat sidik (jujur), Tabligh (berani menyampaikan kebenaran), Amanah (terpercaya), dan Fatonah (berpendirian kuat) dalam memimpin. namun pendekatan EQ ini sasaran akhirnya cenderung masih tetap sama dengan pendekatan IQ yakni sebatas mengejar kepuasan materiil atau duniawi. Konon di dalam dunia pendidikan negara maju seperti Jepang, Inggris dan Amerika ada materi tambahan yang berkaitan erat dengan life skill dan leadership. Disitu aspekkejujuran, pemahaman akan individu dan masyarakat, ditambah basic technology diberikan sebagai menu sehari-hari. Namun konsep itu nampaknya masih terlepas dari nilai-nilai luhur ajaran agama, hanya sebatas pada hubungan antar sesama manusia dengan mengabaikan hubungan dengan Tuhan Pencipta Semesta Alam.
 Pemimpin yang mendalami dan menerapkan nilai-nilai SQ dipadukan dengan nilai-nilai EQ, ultimate goal nya semata-mata mendapat ridha Allah SWT. Visi dan misinya sangat jauh kedepan karena dihasilkan dari proses memahami masa lalu (sejarah) yang sangat jauh ke belakang. Mulai dari upaya memahami penciptaan alam dan manusia sampai meyakini bahwa tujuan akhirnya tidak lain adalah akhirat. dengan demikian visinya tidak sebatas sampai akhir kehidupan dunia saja, tapi sampai pada kehidupan akhirat, dimana semua perilaku kita di dunia akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT dan kita yakin bahwa pengadilan akhirat akan kita hadapi. Oleh karena itu prinsip just do it nya adalah mengerjakan segala sesuatu dengan penuh keikhlasan karena melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai seorang pemimpin, semata-mata mengharap ridha Allah SWT, sehingga ukuran yang digunakannya bukan lagi ukuran manusia tapi sudah menggunakan ukuran Tuhan Pencipta Alam Semesta. http://eronces.wordpress.com/2007/11/24/peran-iqeqsqesq-dan-aq/ 


Jumat, 06 April 2012

Hati Ini

Ketika mata ku tak mampu tuk ku buka ,,
Lihatlah tangisan air mata q ini ,,
Setiap maLam bintang bersinar untuk dirimu ,,
AdaLah hati nie yG sLL bersinar untuk mu ,,


Ketika tubuh ini ,, tak berdaya ..
Lihatlah isi hati q ,,
Seberapa pentingnya kamu dkehidupan ku ,,


tanpa mu TUHAN ,, q tak berarti apa-apa di muka bumi ini ,,

Rabu, 04 April 2012

UTS ICT Tgl 5 April '12


Soal UTS ICT

1. Jelaskan kerucut pengalaman teori edgar dale dan kaitkan dengan media pembelajaran
2. Apa yang kamu ketahui tentang ICT for learning dan tuliskan sumbangsih
terhadap dunia pendidikan
3. Jelaskan sejarah perkembangan TIK di Indonesia

Jawaban Soal UTS ICT

1. Kerucut Pengalaman Belajar Edgar Dale


Penjelasan gambar berikut :

Dari gambar tersebut dapat kita lihat rentangan tingkat pengalaman
yang bersifat langsung hingga ke pengalaman melalui simbol-simbol komunikasi,
yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak,
dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan
bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran.
Pemikiran Edgar Dale tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) ini
merupakan upaya awal untuk memberikan alasan
atau dasar tentang keterkaitan antara teori belajar dengan komunikasi audio-visual.
Kerucut Edgar Dale ini memberikan gambaran pada kita
bahwa proses pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalaminya langsung, melalui proses pengamatan
dan mendengarkan melalui media tertentu atau mungkin hanya melalui
proses mendengarkan melalui bahasa.
Jika hal demikian tidak mungkin terjadi dalam kelas,seperti misalnya proses persalinan
pada binatang, maka guru dapat menggunakan model,dengan demikian siswa akan tetap
mendapatkan pengalaman yang mendekati kongkret.
Media merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber pesan a
taupun penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut.
Aplikasi media pembelajaran berpijak pada kaidah ilmu komunikasi,
yaitu “who says what in which Channels to whom in what effect”
Media pembelajaran berperan sebagai “wahana penyalur pesan atau informasi belajar sehingga mengkondisikan seseorang untuk belajar”.
Secara umum media memiliki kegunaan yaitu: memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis,
mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra, menimbulkan gairah belajar,
interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar,
memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual,
auditori & kinestetiknya, memberi rangsangan yang sama,
mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama.
( Kemp & Dayton Media Pembelajaran(1985 : 43) )

2. ICT (Information and Communication Technology)
atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah teknologi digital atau analog lainnya
yang memungkinkan pengguna menciptakan, menyimpan,
menampilkan kembali, dan mengkomunikasikan informasi dalam jarak yang tidak terbatas.
Komunikasi informasi tersebut disampaikan lewat teknologi berupa komputer, televisi, laptop, radio,
kaset audio, kamera digital, DVD, CD player, handphone,
dan lain sebagainya.
Sumbangsih dalam Dunia Pendidikan seperti
Alat bantu pembelajaran seperti LCD,
tipe/radio dan lain sebagainya.( www.fiiki-nafisah.blogspot.com / pengertian ICT )

3. Meperhatikan perkembangan informasi tersebut,
kita akan mempelajari secara singkat sejarah teknologi infomasi dalam upaya untuk mendapatkan keutuhan ilmu dan pengetahuan tentang teknologi informasi.
Sejarah teknologi dapat kita bagi ke dalam masa pra-sejarah, masa sejarah, dan masa modern.
Teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi perangkat keras (hardware)
dan perangkat lunak (software). Pengembangan teknologi hardware cenderung
menuju ukuran yang kecil dengankemampuan serta kapasitas yang tinggi. 
Namun diupayakan harga yang relatif semakin murah.Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, t
epat dan akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.
Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan berbagai jenis kegiatan
yang berbasis pada teknologi,
seperti : e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-laboratory, dan lainnya,
yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.

Zaman sekarang Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk mengolah data, meliputi : memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai cara untuk
menghasilkan informasi yang berkualitas.
Informasi yang dibutuhkan akan relevan, akurat, dan tepat waktu,
yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,
dan pemerintahan yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data,
sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer
yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. ( (http://ferryf.web.id ) Pengertian ICT )





Senin, 02 April 2012

Tugas ICT

SUMBER BELAJAR Semua potensi yang dapatdimanfaatkan oleh siapapun untuk mengembangkan kemampuan seseorang serta sumber belajar tersebut dapat dijadikan sebuah refrensi untukmencari ilmu sehingga dari yang tidak tahu menjadi tahu.
MEDIA BELAJAR Media Belajar = Perantara Atau Pengantar = Alat bantu yang dijadikan sebagai penyalur pesan guna = Buku Pelajaran ,Handphone ,Guru ,Televisi dsb. untuk mencapai tujuan pembelajaran
Alat Peraga = Sebuah Alat yang membantu proses belaja mengajar

Senin, 12 Maret 2012

Kewajiban Berhijab


Hijab Itu Adalah Ketaatan Kepada Allah Dan Rasul
Allah SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah SWT (yang artinya): “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (QS. al-Ahzab: 36)
Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk ber-hijab sebagaimana firman-Nya (yang artinya): “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya’.” (QS. an-Nur: 31)
Allah SWT berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.” (QS. al-Ahzab: 33)
Allah SWT berfirman (yanga artinya): “Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. al-Ahzab: 53)
Allah SWT berfirman (yang artinya): “Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’.” (QS. al-Ahzab: 59)
Selain itu pula, memakai jilbab dapat mencegah penyakit ganas yang dapat membunuh. Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas.

Rabu, 07 Maret 2012

Buruknya Kehidupan Ini

Tgl 7 Maret 2012 ,,
Bertepatan di Jalan Pabrik Gelas ( Cengkareng ) terjadi insiden kecelakaan sepeda motor ,,

Mau tau apa yg terjadi ???

Kecelakaan tersebut hanya sebagai ajang tontonan gratis bagi yang melihatnya , tak ada sedikitpun yang menolong orang tersebut , tidak ada yang membawanya kerumah sakit ataupun sebagainya,.
Padahal disitu ada Pak Polisi ( Pak Polisi gitu ) ,, namun apa tak ada sedikitpun gerakan hati polisi tersebut untuk membawa korban tersebut kerumah sakit ..
ya ampun seorang polisi , tak ada prihatinnya atau tersentuhnya hati ia ,,
hanya bisa memeras uang manusia saja , tapi jasanya tidur !! ,,

Ada sangkut pautnya nieee dengan PEMERINTAH !!
Seperti Pemerintah ,, Gelap Mata Tuli Telinga ,,
Air yang menjadi kebutuhan bebas untuk rakyat dan kembali kepada rakyat, namun apa ? Rakyat harus membeli air , rela-rela mengantri untuk mendapatkan air.. Subhannallah..
Dimana hati manusia semua ini ,, Pemimpin kite nie,, agama Islam tapi otak Liberalisme ( KAPITALISME ) ,,
mau-maunya diBODOHIN dengan orang Asing sana ,, !!!
duhh .. duhh .. Tuh Akal ditaruh diDengkul ya Pak SBY ,,

Inilah Buruknya Kehidupan Ini ,, Tinggal di Negara yang mayoritas kaum Muslim, tapi terpuruk dan jatuh akibat terlenanya dengan bangsa Asing.
Mengikuti Gaya kehidupan orang Asing ( Indonesia bisanye menjiplak ) ^^

Jadi ,, marilah kita generasi muda ..
Tegakkan Khilafah Junjung Islam setinggi-tingginya ,,

wallahu alam ..